~Pengantar
"Pungutlah hikmah, di mana-pun kamu mendapatinya..." 
Aplikasi ini berisi kumpulan catatan Volume 1) yang saya tulis di blog mtamim.wordpress.com dengan tema gado-gado dan saya 'pungut' dari hasil renungan, diskusi,bahan kultum, baca buku, dari browsing web/blog, atau sekedar curhat, sekedar pertanyaan curious serta ide yang mungkin agak konyol serta terkesan narsis ;-)
Kritik, masukan, saran sangat kami harapkan. Silahkan kontak saya di muh_tamim@yahoo.com atau di blog mtamim.wordpress.com atau kontak 085624214416
Dan, saya kutip dari slogan saya di blog:
"I'm just a simple man, not a perfect human being".(M.Tamim)
~Keseimbangan Dalam Al-Quran
Al-Quran memang penuh keajaiban. Salah satu keajaiban dalam Quran adalah bahwa kita akan menemukan adanya keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya, seperti keserasian jumlah dua kata yang bertolak belakang dan beberapa yang lain.
~
Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur'an Al-Karim (seperti diungkapkan kembali oleh Quraish Shihab:Membumikan Al-Quran) mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut.
~A.Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. 
* Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing 145 kali;
* Al-naf' (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), 50 kali;
* Al-har (panas) dan al-bard (dingin),  4 kali;
* Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi'at (keburukan),  167 kali;
* Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan),  13 kali;
* Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin),  8 kali;
* Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite,  17 kali;
* Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite,  8 kali;
* Al-shayf (musim panas) dan al-syita' (musim dingin),  1 kali.

~B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
*Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
*Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
*Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
*Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
*Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
*Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

~C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
*Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan),  73 kali;
*Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan),  12 kali;
*Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran),  154 kali;
*Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak),  32 kali;
*Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka),  26 kali.

~D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
*Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan),  23 kali;
*Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah),  25 kali;
*Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang),  6 kali;
*Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan),  60 kali.
Subhanallah
 

~Air Wudlu Yang Efektif dan Efisien
Ada perkara sehari-hari yang menjadi pertanyaan saya. Berapakah jumlah air yang paling efektif dan efisien untuk kita berwudlu? 
Sudahkah ada penelitian khusus mengenai ini, atau mungkin informasi mengenai cara berwudlu yang efektif dan efisien atau ada nggak produk, teknologi, atau minimal rancangan alat yang dapat digunakan untuk berwudlu secara bersih dan hemat air?
~
Pertanyaan ini cukup 'mengganggu' saya mengingat setiap kali berwudlu rasanya banyak air terbuang (bahkan sebelum menyentuh kulit kita), serta mengingat bahwa Islam sangat peduli alam lingkungan dan mengingatkan jika kita tidak berhati-hati dalam menjaga lingkungan, maka kita akan mendapati kerusakan alam.
~
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(Ar-Rum: 41)

~
Air merupakan komponen vital alam yang harus kita jaga, termasuk menjaga dari berboros air. Setelah baca-baca ternyata ada salah satu hadits yang berbicara masalah ini:
"Untuk wudlu itu cukup air satu mud dan untuk mandi itu cukup satu sha'. Akan muncul suatu kaum yang menganggap sedikit air seukuran itu. Mereka itu menyalahi ahli sunnahku. Berpegang pada sunnahku dalam pagar bahaya adalah taman para penghuni surga." (HR. An-Nasa'i).

~
Bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara 0,688 liter. Sedangkan 1 sha' setara dengan 2,75 liter. Bayangkan betapa boros dan berlebihannya kita selama ini..
~
Menurut saya, hal ini menjadi tantangan teknologi kita (khususnya umat Islam) dalam bagaimana membuat alat yang bisa digunakan untuk membersihkan secara efektif dan efisien dengan menggunakan 0,68 liter air untuk berwudlu dan menggunakan 2,75 liter untuk mandi.
Siapa ya kira-kira yang akan menjawab tantangan ini?
 
~Kartini:Dari Gelap Menuju Cahaya
Pada awalnya Kartini bersinggungan dengan kurang harmonis terhadap Islam,ini dapat dibaca dari surat-surat berikut:
"Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya?" 

~
"Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu.
 Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?" [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]
~
"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya." [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902]
~
Untuk ukuran seorang perempuan dan ukuran zaman itu (bahkan ukuran zaman sekarang sekalipun) pendapat Kartini ini benar-benar sangat kritis dan sangat berani.
Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga adalah pamannya. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang tafsir Al-Fatihah. 
Kartini tertarik sekali dengan materi yang disampaikan. Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut ini dialog-nya (ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat).
~
"Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?"
Tertegun Kyai Sholeh Darat..
"Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?". Kyai Sholeh Darat balik bertanya. "Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
~
Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat tergugah hatinya. Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. 
~
Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.
Dari terjemahan ini Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). 
~
Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how amazing).
~
Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat "Dari Gelap Kepada Cahaya" ini. (Sayangnya, istilah ini yang dalam Bahasa Belanda adalah "Door Duisternis Tot Licht" menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang").
~
Nampaknya masa-masa ini terjadi transformasi spiritual bagi Kartini. Pandangan Kartini tentang Barat-pun mulai berubah, setelah sekian lama sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju dan serangkaian pertanyaan-pertanyaan besarnya terhadap tradisi dan agamanya sendiri.
~
Ini tercermin dalam salah satu suratnya;
"Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?" [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902]
~
Bahkan Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan :
"Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai." [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902].
Di surat-surat lain :
"Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang" (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 5 Maret 1902)
~
"Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdulloh)." (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903)
"Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Alloh, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan." (surat Kartini kepada Nyonya Abandanon, 1 Agustus 1903)
"Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia punm ia sebenar-benarnya bebas" (Surat kepada Ny. Ovink, Oktober 1900)

~CINTA ILMU
Euclides(300SM) mendapati salah seorang muridnya bertanya apa yang dapat dia peroleh dari mempelajari geometri. Euclides menjawab dengan sinis, "Berikan dia uang tiga picis, sebab ia hanya ingin mendapat untung dari apa yang dia pelajari."
~
Pada jaman orang Yunani tidak seorangpun beranggapan kalau belajar geometri kerucut memiliki manfaat. Namun, ketika Galileo menemukan bahwa gerak peluru berbentuk parabola dan Kepler menemukan bahwa gerak planet ternyata berbentuk elips, tiba-tiba saja karya orang Yunani yang didasari rasa cinta kepada teori menjadi sebuah kunci utama dalam peperangan dan astronomi.
Manfaat ilmu (imu apa saja) kadang baru menemukan bentuk dan kegunaan setelah puluhan bahkan ratusan tahun. 
~
Penicilin hampir menjadi fosil sejarah dan sampai akhir hidupnya, Alexander Flemming mengira ia telah gagal total, sampai akhirnya catatan Fleming ditemukan Howard Walter Florey dan Ernst Boris Chain yang menyempurnakan hasil penelitian Fleming sehingga Penicilin menjadi salah satu revolusi dalam kedokteran dan Flemming sendiri dianggap sebagai salah satu 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia
~---
(Ini kisah lain) Saya punya nenek yang sekarang mungkin sudah lebih dari 90 tahun usianya. Beliau telah melewati banyak zaman serba sulit (Belanda, Jepang, Kemerdekaan, DI/TII, PKI). Dunia, bagi beliau mungkin hanya sebatas lingkungannya, rutinitasnya, tapi perjuangannya bagi saya sangat luar biasa. 
~
Saya tidak pernah bertemu kakek saya karena beliau meninggal ketika masih muda. Nenek saya inilah yang membesarkan dan menghidupi anak-anaknya. Mungkin karena itu-lah anak-anaknya begitu besar cintanya kepada beliau.
~
Beliau ini punya kebiasaan membaca Al-Quran dengan terjemah pegon (Arab-Jawa) setiap selesai shalat fardlu, rutinitas dengan istiqomah luar biasa yang mungkin sudah dijalani puluhan tahun sejak remajanya. Kalau dipikir buat apa beliau belajar seperti itu, toh usia sudah uzur.
Tapi, Saya kira jawabnya sederhana saja, ibadah dan cinta ilmu..
~
Nenek saya ini usianya termasuk panjang, teman seusianya sudah habis atau sudah pikun. Beliau pernah berkali-kali jatuh sakit, tidak sadar berkali-kali dan kami sudah pasrah. Beberapa hari lalu, waktu saya pulang beliau sempat sakit dan tidak sadar beberapa lama. Tapi ternyata Allah masih memberi kesempatan.
~
Mudah-mudahan beliau ini termasuk yang berbahagia dan beruntung, seperti disebutkan dalam salah sebuah hadits, yaitu orang yang panjang umurnya dan banyak amalnya.. 
Amin..
~Everlasting
Sebuah lagu boleh jadi ditulis dari sebuah inspirasi dan lagu-pun dapat menjadi inspirasi. 
Sewaktu memutar lagu-lagu "agak" lama saya teringat sebuah lagu dari Album nya Santana, Supernatural, berjudul "Put your lights on" (Kayaknya lama banget nggak denger lagu ini lagi..)
Bagi saya, yang menarik dari lagu ini adalah liriknya.. Coba dicermati..
~
Hey now, all you sinners
Put your lights on, put your lights on
Hey now, all you children
Leave your lights on, you better leave your lights on
Because there's a monster living under my bed
Whispering in my ear
There's an angel, with a hand on my head
She say's I've got nothing to fear
La illaha illa Allah
We all shine like stars
La illaha illa Allah
We all shine like stars
Then we fade away...
(Ini Seperti terjemahan Surat Al-Ahqaf: 13)
~
Setelah saya googling ternyata lagu ini featuring Everlast. Everlast sendiri seorang rapper dan penulis lagu berdarah Irish-American. Everlasting adalah rapper yang cukup sukses di dunia musik dan mengukuhkandiri menjadi seorang muslim tahun 1996.
~
Kerjasama Everlasting dengan Santana konon berawal dari "mimpi". Konon, Carlos Santana bermimpi ada malaikat yang membisikinya supaya berkolaborasi dengan Everlasting..
~
Dalam salah satu wawancaranya Everlasting mengatakan: "Tidak perlu orang muslim seperti saya menyebar-nyebarkan Islam.. Kalau Anda benar-benar mencari Tuhan, Anda akan menemukan Islam dengan sendirinya"
(http://www.uga.edu/islam/
everlast_transrev.html)
Wallahu a'lam.

~Harapan besar dari Mesjid Kecil
Januari lalu jaringan TV CBS Kanada menayangkan seri komedi situasi berjudul "Little Mosque On The Prairie". Komedi ini cukup menarik perhatian mengingat selain promosi yang gencar juga tema yang diangkat cukup hangat dan menggelitik.
Saya sendiri belum sempat menonton versi lengkap film ini (versi online nya sudah ada di youtube.com).
~
Komedi yang ditulis Zarqa Nawaz dkk ini mengangkat cerita tentang komunitas minoritas muslim di sebuah kota kecil di kanada.Film ini memang ditujukan baik pemirsa muslim maupun non-muslim. 
Komedi ini mengangkat 'kelucuan-kelucuan' dan kekonyolan orang-orang Barat seputar stigma berlebihan tentang Islam, misalnya menceritakan tentang seorang muslim yang tenah antri di bandara ditangkap polisi karena dicurigai sebagai pembom bunuh diri gara-gara menelepon di tempat umum sambil menyebut istilah-istilah tertentu yang konon dianggap sebagai berbau 'teroris'. 
~
Film ini juga berisi kritik-kritik terhadap sebagian umat Islam terhadap kekakuan pemahaman tentang Islam, seperti perdebatan mengenai perlu tidaknya hijab.
~
Beberapa film senada pernah dibuat (meski bukan dalam bentuk komedi) misalnya film "Long road to heaven" tentang bom Bali, atau "Paradise now" yang bersetting konflik Palestina (sayangnya saya juga belum sempat menonton kedua film ini) keduanya bercerita tentang konflik dan bagaimana ragam sudut pandang memaknai jihad dan doktrin-doktrin yang polemis.

~
Dari film "Little Mosque On The Prairie", banyak pihak memiliki harapan bahwa dari upaya-upaya semacam ini akan lebih dapat memberikan wacana baru (baik bagi muslim maupun non muslim) dalam rangka untuk saling memahami dan membangun masa depan yang lebih damai. Mudah-mudahan nantinya film ini akan diputar di Indonesia dan mudah-mudahan pula orang-orang kita tidak terlalu paranoid dengan kritik-kritiknya.
 
~Menulis Sejarah Baru
Melihat berita-berita terbaru dari Timur-tengah terutsms Palestina, membuat kita semakin prihatin. Eskalasi kekerasan di Palestina semakin besar, tidak saja ketika melawan Israel sebagai musuh nyata, tapi pertikaian antar sesama muslim sendiri-lah yang membuat hati kita makin teriris. Ratusan orang telah tewas (sia-sia?) dalam perang saudara ini.
~
Lepas dari pertikaian ini apakah memang sengaja 'didisain' oleh Israel dan AS atau murni sebuah perebutan kekuasaan, sebagai seorang muslim kita patut  bermawas diri.  
Sejarah peradaban umat muslim tidak saja penuh kegemilangan, tapi juga penuh dengan peperangan, intrik, pembunuhan, dan darah. Bukan saja oleh karena berhadapan dengan musuh, tapi juga pertikaian antar sesama muslim. Di tempat kita pun sampai detik ini masih saja pertikaian mengenai hal-hal seperti qunut dan tahlil tidak habis-habis. 
~
Kita malah makin sering mendengar orang mengkafirkan golongan lain. Kita makin banyak mendapati orang mengidolakan ekstrimisme dan kekerasan di satu sisi dan 'pemikiran bebas' ala barat di sisi lain.
Sebagian orang semakin 'galak' dalam 'membela' agama, sementara di sisi lain ada pihak-pihak yang semakin 'berani' me'nafsirkan' dan me-liberalisasi agama. Pertempuran wacana ini sewaktu-waktu bukan tidak mungkin menjadi awal pertempuran fisik. 
~
Atau apakah ini designed by USA? Apakah kita harus menyalahkan mereka? Atau inikah bagian kultur buruk kita? Sehingga kita perlu mengintrospeksi dengan jujur. Kita terlalu frontal dihadapkan pada kutub-kutub yang ekstrim
Sebuah pertanyaan yang selalu menghantui saya. 
~
Tidakkah kita bisa membentuk masyarakat muslim baru yang lebih baik? Adalah fakta tak terbantah bahwa Sejarah Islam selain kejayaan juga banyak diwarnai konflik dan darah. 
~
Apakah kita, dengan berkaca dari sejarah dan belajar darinya dengan 'kedewasaan', tidak mampu menulis sejarah baru sebagai masyarakat (muslim) yang damai, cerdas, beradab dan mampu memberikan warisan agung bagi dunia sebagaimana tujuan diturunkannya Islam itu sendiri? 
 
~True atau Untrue?
Di jaman informasi macam sekarang ini kita banyak dihadapkan banyak sekali polemik, ironi dan kontroversi. Informasi datang silih berganti dengan segala bentuk dan wujud saling mendukung atau menohok satu dengan yang lain, entah mana yang benar dan mana yang salah. 
Salah satunya adalah muncul dalam bentuk buku. 
Waktu saja jalan-jalan ke sebuah toko buku, secara tak sengaja saya melihat buku-nya Masaru Emoto tentang penelitiannya mengenai air(dalam beberapa variasi judul) berdampingan dengan buku yang mempertanyakan dan menyanggah penelitian Emoto. 
~
Satu buku berjudul "True Power of Water" di sisi lain berjudul "Un-True Power of Water". Saya pernah membaca buku yang pertama (kata pengantarnya ditulis AA Gym), mengagumkan memang. Namun tunggu dulu, ternyata ada buku kedua. 
Saya belum membaca secara utuh, tapi sekilas saya baca saya mendapat sedikit gambaran kenapa buku yang kontra ini muncul, antara lain mempertanyakan metode, disiplin ilmu, dan keilmiahan termasuk 'bumbu' unsur-unsur spiritual (yang sangat potensial menjadi sebuah bias) dalam penelitian Emoto. 
~
Entah mana yang benar dan salah, hanya Tuhan yang tahu. Tapi intinya, orang memiliki pandangan, sudut pandang, penafsiran yang sangat beragam dan tak jarang penuh benturan.
~
Soal polemik dan kontroversi mungkin jauh lebih massif lagi di dunia maya  internet.Benar atau salah kadang sangat kabur sehingga di dunia yang abu-abu ini yang bisa membuat kita semakin bingung. Yang jelas, menurut saya, untuk terjun di dunia yang "banjir" dengan informasi ini kita benar-benar harus punya karakter, wawasan yang terbuka dan tentu harus pintar memilah dan memilih
Wallahua'lam Bis Shawab
~It's Encouraging
"I have run this application on my children phone, I awesome to tell tank you for your application, because this application usefully for education.
Please create other application." 
Pesan di atas dikirim dari seseorang yang telah men-download salah satu aplikasi mobile yang saya buat (panduan Shalat ringkas). Banyak pesan dikirim kepada saya yang dikirim dari mana-mana baik dalam maupun luar negeri. 
~
Kebanyakan berisi dukungan atau ucapan terimakasih, meski ada juga kritik yang tajam.. 
Saya dulu pertama kali membuat aplikasi mobile ini, bisa dibilang saya setengah iseng. Namun, ternyata tanggapan sangat luar biasa. Sempat diliput beberapa tabloid. Ternyata download rate di getjar.com tempat saya memasang aplikasi sangat tinggi.
~
Namun yang membesarkan hati sebenarnya justru komentar-komentar yang masuk. Meski hanya masukan sederhana, sekedar ucapan terima kasih ataupun dukungan betapapun kecilnya adalah spirit yang memacu untuk berbuat lebih baik lagi. 
Semoga

~Anak Berbakat
Saya berkesempatan beberapa kali mengajar siswa SD di kampung. Selain menyiapkan materi pelajaran saya juga cari bahan seputar psikologi anak
Saya sempat baca-baca buku tentang anak berbakat. Siapa yang disebut berbakat? Menurut Teori Ransley ada paling tidak 3 unsur bakat
1.Kecerdasan tinggi dalam aneka kemampuan umum dan khusus.
2.Ketekunan dan kesungguhan
3.Kreatif
~
Anak yang berbakat memiliki minimal satu dari 5 aspek, yaitu kemampuan intelegensia umum, kesanggupan belajar secara menonjol, berpikir kreatif dan produktif, kemampuan memimpin dan kemampuan dalam seni (drama, arsitek, musik).

Anak berbakat tidak serta merta menjamin masa depan yang cerah. Banyak anak berbakat justru depresi (bahkan ada yang bunuh diri). Ini dikarenakan lingkungan dan dunia tempat dia hidup tidak cukup memuaskan dirinya. Dia mampu melihat dunia dari sudut pandang yang sama sekali lain dalam hal emosi, perasaan, pergaulan dan pemikiran mirip orang yang melihat dunia dengan mikroskop elektronik.
~
Kadang orang tersinggung dengan kepekaannya yang berlebihan karena dia mampu memahami sesuatu sebelum orang lain, bahkan dia dapat mengambil hikmah dari pengalaman orang lain yang dapat memberi pengaruh baginya lebih besar dari yang mengalami peristiwanya itu sendiri.
~
Hal yang paling dihargai anak berbakat adalah berpikir logis. Namun, Banyak nilai, tradisi, aturan yang ada sering dia anggap tidak logis. Dia jarang menerimanya tanpa lebih dahulu menyangsikan efektifitasnya dan memecahkannya terlebih dahulu (sering menolak mentah-mentah suatu doktrin). Karenanya seringkali anak berbakat dianggap nakal, bandel, aneh-aneh dsb.
(Sebagian ringkasan buku Anak Berbakat, Ali Sulaiman, Gema Insani Press)
 
~Setahun Setelah Gempa
Tak terasa sudah setahun kejadian gempa yang telah meluluh-lantakkan sebagaian DIY dan Jawa Tengah. Ya, setahun lalu tepatnya 27 Mei 2006, pagi-pagi sekali, saya baru saja datang dari Bandung. Pagi itu saya kebetulan sampai di rumah lebih pagi dari biasanya. Saya sampai di terminal terdekat baru sekitar jam 5.45. Saya sempat mengambil gambar suasana di sekitar terminal tsb.
~Saya dijemput mungkin 5 atau 10 menit setelah itu. Dan baru beberapa saat istirahat di rumah, bumi terasa bergoncang hebat. Kami pun lari berhamburan. Subhanallah, subhanallah, guncangan itu begitu besar dan lama. Saya berpikir apakah ini mau kiamat.. Kami menyaksikan sedikit demi sedikit beberapa bagian rumah ambrol. 
Dari subhanallah lama-lama dengan refleks terucap Allahu Akbar...
~
Beberapa jam setelah itu di tengah ketidakpastian apa yang terjadi, listrik padam, komunikasi macet. Jam 10an muncul isu adanya tsunami. Tsunami??pikirku di daerah kami yang begitu jauh dari laut apa ada tsunami sampai ke sini? 
~
Saya sempat panik juga. Saya kira siapapun dalam kondisi semacam itu pasti juga akan panik. Alhamdulillah semua tidak bertambah parah. Lingkungan di tempat kami pun tidak begitu panik, yah kalau bener kena tsunami dan tenggelam ya pasrah aja. Syukur juga di tempat kami tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa yang luka-luka.
~
Setahun setelah gempa ternyata banyak juga masalah lain yang muncul. Apalagi kalau bukan soal bantuan. Banyak pihak yang rumahnya rusak parah malah tidak mendapat bantuan, ada yang memang rumahnya rusak dan mendapat bantuan tapi oleh lingkungan RT-nya dipaksa dipotong untuk dibagi satu RT tersebut. Belum suara-suara tidak sedap yang makin menambah situasi parah. Kami geleng-geleng. 
~
Malam setelah gempa itu saya dan bbrp sudah bergerak mencari bantuan dan mengatakan ke aparat desa kalau kita harus bertindak sigap. Namun, lagi-lagi banyak yang tidak paham. Bahkan teman-teman yang telah melakukan pendataan kerusakan dll, nampaknya data itu malah tidak ditanggapi serius oleh pihak yang berwenang. Akhirnya ketidakjelasan data di aparat ini menimbulkan konflik di belakang hari seperti sekarang. 
~
Kami sampai bilang ini bak malapetaka kedua setelah gempa itu sendiri. Di beberapa tempat saya malah mendengar kasus yang lebih memprihatinkan lagi. Aparat (atau tepatnya "oknum") bekerjasama dengan beberapa penduduk tertentu mengalirkan dana bantuan tsb kepada yang tidak berhak.
Naudzubillah..
Harusnya dengan adanya musibah ini kita lebih arif dan mawas diri. Siapa yang tahu kalau gempa ini adalah 'jeweran' Tuhan karena kasih sayang-Nya, atau teguran yang sudah keras, atau bahkan azab dari-Nya. Wallahu a'lam
 
~"We criticised then we survive"
Bagi kebanyakan orang, kritik barangkali sebuah barang tabu. Entah karena kultur, kondisi sosial, kebiasaan atau sebab lain. padahal kritik (konstruktif) ibarat sebuah cermin tempat kita melihat muka sendiri. Bayangkan jika kita menyisir rambut, mencukur kumis, memakai bedak, memakai lipstik tanpa bercermin?
~
Suatu hal sulit untuk bersikap kritis dan lebih sulit lagi untuk siap dikritisi. Kritikan seperti pil pahit yang tidak semua orang mau dan mampu menelannya. Seringkali kritik membuka mata kita, namun di sisi lain kritik itu sekaligus menyakitkan hati kita.
~
 Tapi dapatkah kita membayangkan hidup tanpa kritik? ketika itulah kita akan dikelilingi para penjilat, orang-orang yang carmuk, manusia-manusia bertopeng. Kita tanpa sadar menjadi terasing dari diri kita sendiri, menuntun kita menjadi orang yang egois, keras kepala, bahkan keras hati. 
Padahal teman yang baik adalah teman yang mau bersikap kritis terhadap kita. Ketika kita mulai menutup mata dan telinga dari kritik yang tidak kita inginkan, ketika itu pula kita sebenarnya membuang mutiara-mutiara yang sebenarnya kita butuhkan, menyianyiakan teman yang dengan ikhlas bersikap jujur dan perduli dengan kita sehingga yang tersisa di sekitar kita hanyalah para penipu berkedok, orang-orang bermuka manis di depan kita padahal di belakang kita mungkin saja mereka menertawakan bahkan merongrong dan menghancurkan kita.
~
Namun, tentu saja tidak semua kritik bermanfaat. Kita harus memilah dan memilih kritik-kritik yang konstruktif dan biarkan daja terbang bersama angin kritik-kritik yang menghancurkan. Jangan pula kritik menjadikan kita minder dan jatuh, justru sebaliknya, kritik adalah tolok ukur yang menunjukkan tingkat keberhasilan kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat yang lebih baik. 

~
Kritik-kritik itu sekaligus menunjukkan bahwa kawan-kawan kita adalah orang-oarng yang betul-betul peduli dengan kita dan bukan orang-orang yang bermuka manis yang hanya mau 'memanfaatkan' kita. Pun sebaliknya kita harus mampu bersikap kritis kepada teman-teman kita meskipun itu tidak mereka inginkan. Seorang teman yang baik adalah bukan teman yang selalu ada saat diinginkan, tapi dia akan selalu ada saat dibutuhkan.
Jangan keras kepala!
Kita dikritik maka kita bertahan hidup...
(Masjid Salman, Agustus 2005)
~Huruf Jawa
Suatu ketika saya ditodong untuk mangajar (SD Kelas 6), dan pas mata pelajaran Bahasa Jawa(!). Saya mengajar sebisa saya. Waktu itu saya ajarkan teknik menghafal penulisan aksara Jawa. 
~
Aksara Jawa memiliki pola tertentu. Tapi menghafal huruf dengan pengurutan "konvensional" agak susah karena tidak memperhatikan pola tsb.
Urutan konvensional aksara Jawa adalah:
HaNaCaRaKa DaTaSaWaLa
PaDhaJaYaNya MaGaBaThaNga
~
Penghafalan aksara jawa ini akhirnya saya buat seperti berikut:
payaraga nakahala
dasawata banyathanga
cadhamaja
~
Saya sempat ceritakan juga sedikit tentang filosofi huruf Jawa ini. Salah satu interpretasi yang pernah saya baca diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara (kalo nggak salah, saya baca di Wikipedia). Huruf Jawa dengan urutan "Ha Na Ca Ra Ka.." memiliki kepanjangan dan makna sendiri-sendiri.
~
Ha: Hurip = hidup
Na: Legeno = telanjang
Ca: Cipta = pemikiran, ide ataupun kreatifitas
Ra: Rasa = perasaan, qalbu, suara hati atau hati nurani
Ka: Karya = bekerja atau pekerjaan.

Manusia "dihidupkan" atau dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan "telanjang". Akan tetapi manusia memiliki cipta-rasa-karsa; otak yang mengkreasi cipta, hati yang melakukan fungsi kontrol (dalam bentuk rasa) serta  raga/tubuh/badan yang bertindak sebagai pelaksana.
~
Da: Dodo = dada
Ta: Toto = atur
Sa: Saka = tiang penyangga
Wa: Weruh = melihat
La: lakuning Urip = (makna) kehidupan.

Dengarkanlah suara hati (nurani) yang ada di dalam dada, agar bisa berdiri tegak seperti halnya tiang penyangga (saka) sehingga akan mengerti makna kehidupan yang sebenarnya.
~
PA DHA JA YA NYA = sama kuat
Pada dasarnya/awalnya semua manusia mempunyai dua potensi yang sama (kuat), yaitu potensi untuk melakukan kebaikan dan potensi untuk melakukan keburukan.
~
Ma: Sukma = sukma, ruh, nyawa
Ga: Raga = badan, jasmani
Ba-Tha: bathang = mayat
Nga: Lungo = pergi
Meski dengan kehebatan cipta-rasa-karsa, entah kita baik atau jahat, akhirnya ruh/nyawa pasti suatu saat akan kembali ke Pencipta-nya. Sehingga manusia harus bisa mempersiapkan diri.
~
Budaya Jawa memang sebenarnya memiliki kearifan dan filsafat yang sangat dalam (huruf Jawa ini hanya salah satunya). Sayangnya semakin lama semakin Kita melupakan. Jadi sepantasnyalah kita mulai menggali mutiara-mutiara terpendam ini lagi.
~Taubat
(10 hari pertama Ramadhan adalah rahmat, 10 hari pertengahannya adalah ampunan, dan 10 hari terakhir adalah dibebaskannya kita dari api neraka. Menuju 10 hari pertengahan Ramadhan ini marilah kita memperbanyak istighfar dan taubat)
~
Suatu ketika Rasulullah bercerita ada seorang pengelana yang kehilangan unta dan seluruh bawaannya di tengah padang pasir. Apa perasaan orang itu, tentu sangat bersedih. 
Namun, setelah beberapa saat dalam keadaan putus asa itu, tiba-tiba dari kejauhan nampaklah unta yang hilang itu berjalan mendekat.Apa perasaannya? tentu gembira sekali.
Kata Nabi, "Demi Allah, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya dari pada seseorang di antara kamu yang menemukan kembali miliknya yang hilang di tengah padang."
~
Rasulullah sedang menerangkan tentang taubat, dan betapa keluasan Rahman dan Rahim serta Maha Pengampunnya Allah.
Akar dari akar kata "t-w-b" dalam bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di pintu-Nya.
~
Taubat yang diperintahkan agar dilakukan oleh kaum mu'minin adalah taubat nasuha (yang semurni-murninya) seperti disebut dalam Al Quran:
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya." QS. at-Tahrim: 8
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya: "artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan
menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya."
~
Sedangkan nasuha adalah redaksi hiperbolik dari kata nashiih. Seperti kata syakuur dan shabuur, sebagai bentuk hiperbolik dari syakir dan shabir. Dan terma "n-sh-h" dalam bahasa Arab bermakna: bersih. Sedangkan kesungguhan dalam bertaubat adalah seperti kesungguhan dalam beribadah. 
Dan dalam bermusyawarah, an-nush itu bermakna: membersihkannya dari penipuan, kekurangan dan kerusakan, dan menjaganya dalam kondisi yang paling sempurna.
~
Sementara hakikat taubat adalah perbuatan akal, hati dan tubuh sekaligus. Dimulai dengan perbuatan akal, diikuti oleh perbuatan hati, dan menghasilkan perbuatan tubuh. 
Oleh karena itu, al Hasan berkata: "ia adalah penyesalan dengan hati, istighfar dengan lisan, meninggalkan perbuatan dosa dengan tubuh, dan berjanji untuk tidak akan mengerjakan perbuatan dosa itu lagi."
~
 Taubat seperti dijelaskan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya "Ihya ulumuddin" adalah sebuah makna yang terdiri dari tiga unsur: ilmu, hal dan amal. Ilmu adalah unsur yang pertama, kemudian yang kedua hal, dan ketiga amal.

Ia berkata: yang pertama mewajibkan yang kedua, dan yang kedua mewajibkan yang ketiga. Berlangsung sesuai dengan hukum (ketentuan) Allah SWT yang berlangsung dalam kerajaan dan malakut-Nya.
~
Beliau berkata: Ilmu adalah, mengetahui besarnya bahaya dosa, dan ia adalah penghalang antara hamba dan seluruh yang ia senangi. Jika ia telah mengetahui itu dengan yakin dan sepenuh hati, pengetahuannya itu akan berpengaruh dalam hatinya dan ia merasakan kepedihan karena kehilangan yang dia cintai.
Karena hati, ketika ia merasakan hilangnya yang dia cintai, ia akan merasakan kepedihan, dan jika kehilangan itu diakibatkan oleh perbuatannya, niscaya ia akan menyesali perbuatannya itu.
~
Dan perasaan pedih kehilangan yang dia cintai itu dinamakan penyesalan. Jika perasaan pedih itu demikian kuat berpengaruh dalam hatinya dan menguasai hatinya, maka perasaan itu akan mendorong timbulnya perasaan lain, yaitu tekad dan kemauan untuk mengerjakan apa yang seharusnya pada saat ini, kemarin dan akan datang.
~
Tindakan yang ia lakukan saat ini adalah meninggalkan dosa yang menyelimutinya, dan terhadap masa depannya adalah dengan bertekad untuk meninggalkan dosa yang mengakibatkannya kehilangan yang dia cintai hingga sepanjang masa. 
Sedangkan masa lalunya adalah dengan menebus apa yang ia lakukan sebelumnya, jika dapat ditebus, atau menggantinya.
~
Di bulan Ramadhan ini dianjurkan kita untuk banyak membaca doa berikut:
"ALLAHUMA INNAKA 'AFUWWUN, TUHIBBUL AFWA, FA'FU'ANNI."
(Ya ALLAH! Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, sukakan kemaafan, maka maafkanlah segala kesalahanku.)
Karena, Ya Allah, kami benar-benar telah menganiaya diri kami sendiri.
Ampuni kami...
~
Terngiang syair sufistik:
"Mari, kemari... datanglah Kami bukanlah caravan yang patah hati... atau pintu-pintu dari keputus asa-an, Mari kemari datanglah... Meski kau telah jatuh ribuan kali, Meski kau telah patahkan ribuan janji, Mari kemari... datang... datanglah sekali lagi..." ( Mawlana Jalaludin Rumi )
~
